Rabu, 14 Maret 2018

Pendirian yang Runtuh


          Merasakan kematian adalah hal yang aneh, itu belum tentu benar. Ada hari dimana engkau merasakan habisnya hidup dan akan datangnya hari dimana semua nikmat akan dicabut oleh-Nya dari kita. Bagaimana tidak, itu adalah fakta tidak diragukan lagi kematian itu begitu misterius. Walaupun begitu, kematian bukanlah hal yang harus kita hindari melainkan hal yang harus kita persiapkna untuk menjemputnya. Sama seperti halnya Danar yang menglami akan hal itu. Semenjak kematian ayahnya dia memang begitu terpukul hingga dia tidak ingin menjalankan hidupnya kembali, kematian memang begitu menyakitkan tidak hanya pada subjeknya saja tetapi juga berpegaruh pada yang lain seperti keluarga ataupun kerabat dan juga orang yang amat mencintainya. Tatapan yang murung itu adalah ciri khusus Danar pada beberapa hari setelah kejadian itu. Orang yang biasanya ceria disekolahnya kini dia hanya terlihat seperti boneka yang sudah usang, setiap paginya begitu suram yang takterkendalikan. 
          Setiap orang dikelasnya berusaha menyemangatinya tetapi hal itu memang menjadi hal yang mustahil untuk mengembalikan kehidupan Danar. Teman sekelasnyapun sebenarnya sedih melihat Danar berada diambang kehancuran. Tetapi hal itu tidak berlaku bagi Onodera teman kelas yang duduk dibelakang Danar, dia tak henti-hentinya memberikan motivasi dan semangat bagi Danar, disuatu saat dia bertemu dengannya didepan kelas yang seperti biasa dia hanya berjalan menggendong tasnya dengan muka yang suram terdiam membisu dengan langkah yang sempoyongan. "Huuaak" teriak Danar kesakitan "Sampai kapan kamu akan seperti ini?" Ucap Onodera "Diamlah, kau tidak tahu apa yang kurasakan" elak Danar "Apa kau hanya akan menjadi sampah masyarakat seperti ini? Bukannya kamu memiliki teman-temanmu, kamu mengira kami tidak tahu apa yang kamu rasakan tetapi kamulah yang tidak mengerti apa yang kami rasakan. Kamu hanya lari dari kenyataan yang menimpamu, kamu memiliki kekuatan untuk hidup kamu memiliki keinginan kamu memiliki tanggung jawab yang harus kamu emban sebagai penerus dari ayahmu. Kami sebagai temanmu berusaha untuk mendukungmu menyemangatimu dan terus memberimu dukungan oleh karena itu berdirilah dan embanlah tugas yang harus kamu lakukan dan terbanglah kelangit gapailah cahaya dan tinggalkanlah kesuramanmu itu, a-aku ti-tidak bisa membuatmu seperti ini terus kamu harus kuat dan kamu harus tabah. Aku ada disini akan selalu mendukungmu" Onodera mencurahkan segala isi hatinya dengan perasaan yang lembut dan dengan air mata yang mengalir dari kedua matanya dia terus memcoba menyadarkan Danar akan kehidupan yang dia alami. Danar hanya bisa membisu dan tertunduk menahan segala perasaan dan berfikir apa yang telah dia lakukan terhadap dirinya dan terhadap teman-temannya, "A-aku minta maaf, seharusnya aku tidak seperti ini tapi aku tidak bisa aku takut, dalam lubuk hatiku selalu dihantui rasa ketakutan dan kesepian aku tidak bisa berdiri dan terbang aku hanya bisa tenggelam dalam ketakuta dan kegelapan" Danar serasa menyesali perbuatannya selama ini dia merengek dan merasakan apa yang dirasakan oleh Onodera "Kamu tidak sendirian Danar, aku ada disini ada untukmu dan aku akan ada selalu dihatimu, dan juga teman-temanmu akan selalu memberimu dukungan.
          Setelah kejadian itu Danar lebih memperhatikan teman-temannya, dimana dia yang dulu adalah orang yang suram dalam kehiupan sekarang dia dapat tersenyum dalam kebersamaan. Sampai saatnya Ujian Nasional menjelang dimana hari yang menegangkan dimulai. Danar memberikan seluruh kemampuannya pada ujian terakhir pada masa SMPnya itu. Hari pengumuman telah tiba, orang-orang mengerumuni papan pengumuan yang telah ditempel hasil dan peringkat dari peserta Ujian Nasional itu. Danar hanya duduk meliat orang-orang yang sedang mengerumuni papan itu, tak lama kemudian panggilan untuk berkumpul terdengar, mereka segera menuju keaula untuk memenuhi panggilan itu. "Baiklah, Pak Guru akan mengumumkan hasil peringkat 5 teratas, mohon yang dipanggil maju kedepan. Peringkat ke-5 Nur Septiana, dimohon maju kedepan. Peringkat ke-4 Racmah Ar Rosyid, dimohon maju kedepan. Peringkat ke-3 Onodera Kosakai, mohon maju kedepan.Peringkat ke-2 Adam Alamsyah, mohon maju kedepan. Dan peringkat yang pertama adalah Danar As Sidiq, mohon maju kedepan" Danar tidak percaya akan peringkat yang dia terima, dia hanya tersenyum dan berjalan dengan perlahan bersama Onodera menuju sumber suara "Karena usaha yang telah kalian lakukan, kami akan memberikan sedikit hadiah dan ucapan selamat kepada kalian semua, silahkan diterima" Suara gemuruh tepuk tangan menyelimuti suasana itu. Dan Danarpun memberikan akhir yang cerah kepada dirinya, teman-temannya dan semua orang yang berada disekitarnya.